← KEMBALI

PERJUANGAN DAN PENGABDIAN - Mendirikan NBDI

A. MENDIRIKAN MADRASAH NAHDLATUL BANAT DINIYAH ISLAMIYAH [NBDI]

Berangkat dari kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh Madrasah NWDI,

kemudian melahirkan gagasan untuk mendirikan lembaga pendidikan agama

yang dikhususkan untuk kaum perempuan. Karena, pada masa Pesantren

Al-Mujahidin, mereka juga mendapat kesempatan yang sama dengan kaum

laki-laki.

Gagasan mendirikan madrasah dimaksud dilatar belakangi oleh kondisi

sosial perempuan pada saat itu yang tersubordinasi oleh hegemoni kaum

laki-laki. Padahal keberadaannya memiliki peranan penting dalam

kehidupan masyarakat. Bentuk peranan aktual perempuan dalam konteks

kehidupan bermasyarakat dimulai dan peranannya sebagai ibu rumah tangga

dalam lingkup keluarga. Peranan ini memiliki signifikansi dalam

pembentukan karakter keluarga, seperti pendidikan anak, yang akhirnya

menentukan karakter masyarakat dalam lingkup yang lebih luas.

Di sisi lain, gagasan pendirian madrasah khusus untuk kaum perempuan

ini, merupakan pengejawantahan dari hadits Rasulullah SAW mengenai

kewajiban menuntut ilmu bagi kaum perempuan sama dengan kewajiban bagi

kaum laki-laki.

Sebagai realisasi dari pemikiran-pemikiran tersebut, maka pada tanggal

15 Rabi’ul akhir 1362 H bertepatan dengan tanggal 21 April 1943,

resmilah berdiri sebuah madrasah khusus kaum perempuan yang diberi nama

dengan Madrasah Nahdlatul Banat Diniyyah Islamiyyah [NBDI].

Seperti halnya Madrasah NWDI, Madrasah NBDI juga memiliki makna khusus

bagi pendirinya. Setidaknya karena tanggal dan bulan berdirinya

dikemudian hari dikenal sebagai hari Kartini sebagai tonggak bagi

kebangkitan peran aktualisasi perempuan di Indonesia. Dalam

operasionalisasinya, Madrasah NBDI dipimpin langsung oleh Tuan Guru Kyai

Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, dan dibantu oleh Ustaz Lalu

Faishal, Ustaz Lalu Wildan, Ustaz Dahmuruddin Mursyid, dan lain-lain.

Pada awalnya, Madrasah NBDI dipusatkan di lokasi pesantren al-Mujahidin

pada sebuah bangunan yang terdiri dari tiga buah local, dengan waktu

belajar dari pukul 13.30 - 17.00 WITA. Sementara materi pelajarannya

mengacu kepada kurikulum Madrasah NWDI.

Alumni pertama madrasah NBDI diantaranya adalah, Abidah dari Selong;

Fauziah A. Aziz dari Kelayu; Rahmah dari Pancor; Hajah Zahrani; Zakiyah

dari Pancor, dan lain-lain. Menyusul pada tahun berikutnya sejumlah nama

antara lain, Hajah Siti Rahmatullah; Hajah Baiq Zuhriyah Mukhtar; Baiq

Fahriah; Siti Hudusiah; dan lain-lain.

Seperti halnya Madrasah NWDI, Madrasah NBDI juga mampu menghasilkan

alumni-alumni yang mampu mendorong berdirinya cabang-cabang Madrasah

NBDI di tempat lain, yakni:

1. Madrasah Sullam al Banat di Sakra;

2. Madrasah al-Banat di Wanasaba;

3. Madrasah Is’af al-Banat di Perian;

4. Madrasah Sa’adah al-Banat di Praya;

5. Madrasah Tanbih al-Muslimat di Praya, dan lain-lain.